HARI KEBANGKITAN NASIONAL???

Hari ini tanggal 20 Mei 2013, adalah HARI KEBANGKITAN NASIONAL, Hari Kebangkitan Nasional sejatinya adalah suatu tonggak sejarah yang mengawali suatu perjuangan anak bangsa, yang mengiginkan adanya suatu kebangkitan semangat, kesadaran akan pentingnya suatu perjuangan untuk memerdekakan diri dari suatu penjajahan pihak asing, membangkitkan suatu sikap Nasionalisme yang kuat dan menjadi Tuan di negerinya sendir.

Di pelopori oleh DR. Wahidin Soediroehoesodo, dan para mahasiswa STOVIA a.l. Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji, dan  DR. Soetomo, maka lahirlah organisasi pemuda yang bernama BOEDI OETOMO, meskipun pada awalnya organisasi ini dimaksudkan hanya sebagai organisasi sosial budaya lokal (Jawa.Madura), Namun BOEDI OETOMO sendiri telah mengilhami tumbuhnya organisasi-organisasi lain yang lebih progresive revolusioner, seperti terbentuknya organiasi Partai Politik pertama di Indonesia( Hindia Belanda) pada masa itu.

Indisch Partij adalah partai politik pertama di Hindia Belanda, yang didirikan oleh E.F.E Doewes dekker, DR. Cipto Mangoenkoesoemo, dan Ki Hajar Dewantara (tiga serangkai ini dalah jebolan dari Boedi Oetomo) pada tanggal 25 Desember 1912. Sebenarnya, beberapa tahun sebelum Indisch Partij ini didirikan, tepat pada tahun 1905, sudah berdiri suatu organisasi yang bernama Sarekat Dagang Islam yang didirikan oleh Kiai Haji Samanhudi di Solo, (beberapa cendekiawan nasional lebih melihat momentum kebangkitan nasional ini adalah dipelopori oleh SAREKAT DAGANG ISLAM, karena misi mereka adalah untuk melawan dominasi Pedagang Cina pada masa itu, pada perjalannaya Sarekat Dagang Islam ini berkembang menjadi organisasi massa dengan nama baru SAREKAT ISLAM (SI), diakui oleh pemerintah Belanda pada tahun 1916. Kemudian bermunculanlah organisasi-organisasi lain, seperti Jong Java, Jong Sumatera dll, dan mereka bergerak dibidang politik. Tumbuh suburnya organisasi-organisasi kepemudaan ini kemudian mencetuskan Sumpah Pemuda yang diikrarkan bersama oleh para pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

SUMPAH PEMUDA

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putra dan putrid Indonesi, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
  3. Kami putra dn putrid Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesi Momentum Sumpah Pemuda kala itu secara nyata gaungnya masih menggetarkan hingga hari ini, berkembang dan bersatunya gerakan kebangsaan dan rasa cinta tanah air ini, atau nasionalisme Indonesia, baik orang Jawa, Sumatera, Ambon dan belahan lain dari bagian jajahan Nederlands Oost-Indie, telah menimbulkan kesadaran, keinginan, dan kesepakatan untuk bersatu, menjadi satu bangsa atau Nation yaitu Nation Indonesia.

Saya tidak mengerti mengapa pemerintah Republik Indonesia lebih memilih tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional ( kalau tidak salah Idea hari kebangkitan nasional ini diprakarsai oleh Perdana menteri Hatta pada tahun 1948, mengingat situasi poliitik yang tidak kondusif kala itu).

Menurut hemat saya, mempelajari dan memperingati peristiwa perjalanan panjang perjuangan bangsa ini, tidak bisa dilihat atau diperingati sepotong-sepotong, peristiwa sejarah berjalan berkesinambungan dan telah membuat simpul tali-temali, yang bila  tidak kita rangkai dengan seksama, maka akan menjadikan suatu kekusutan seperti yang terjadi hari ini.

Namun secara politis peringatan hari kebangkitan nasional tanggal 20 Mei yang setiap tahun kita peringati fine-fine saja, terlepas dari pro dan kontra tentang fakta sejarah Indonesia, saya lebih memilih  untuk  setuju bila momentum ini kita jadikan sebagai suatu semangat rasa kebangsaan yang hampir punah karena terkikis oleh rasa “INDIVIDUALISME” yang akhir-akhir ini sudah menjadi semacam “IDEOLOGI” baru di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Image

 Dengan menghela nafas panjang…saya harus mengakui bahwa sejauh ini, kita “telah” mampu bertahan sebagai suatu bangsa, suatu Negara yang mempunyai Ideologi dan falsafah  yang tidak kalah bagusnya dengan Ideologi negara lain yang ada didunia hari ini. Pancasila yang digali dari budaya luhur bangsa Indonesia, dan selama ini terbukti dapat menjadi pemersatu dan menjadi solusi bagi persoalan disintegrasi, persoalan ekonomi (seperti yang terjadi pada tahun 1998 ketika rezim Soeharto lengser, karena ekonomi nasional yang terjun bebas, maka pada saat itu perekonomian Indonesia secara mengejutkan mampu bertahan dan bangkit! Betapa ketika itu para pengusaha konglomerat, terjepit dan tidak mampu berbuat banyak, melainkan mengamankan harta mereka keluar negeri, namun dengan tenangnya industri-industri kecil, home industry, sektor informal, tetap berjalan, mereka bahkan menjadi penopang utama perekonomian nasional kala itu,  inilah budaya Pancasila yang secara cultural, dn tanpa disadari dilakukan oleh rakyat Indonesia, budaya GOTONG ROYONG, saling membantu sama lain, “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Dunia luar mengetahui ini! Dunia internasional apalagi yang berkepentingan terhadap SDA Indonesia, mengetahui! dan takut akan kebersamaan kegotong royongan rakyat, yang bila terjadi sesuatu chaos, tanpa dikomando, rakyat bergerak dan bersatu padu menyelesaikan permasalahan! Bung Karno melihat ini, lalu mengapa para penerusnya tidak menyadari kearifan lokal ini?) Tidakkah kita punya harga diri sebagai bangsa yang besar, dengan SDA yang melimpah ruah, sebenarnya kita berhak untuk hidup layak di negeri sendiri, tidak perlu ada TKI/TKW yang sangat memalukan ini, tidak akan terjadi kelaparan, dan ketertinggalan pendidikan bila saja peraturan dan perundang-undangan berpihak kepada kepentingan rakyat, tidak melulu harus mengangguk-angguk kepada “perintah Boss besar”, China yang nota bene adalah Negara Komunis yang paling kuat hari ini, tidak terjerembab kedalam perangkap Globalisme, tapi mereka mampu memanfaatkan globalisme ini untuk kemajuan bangsanya, China dengan revolusi ekonominya mampu menjadi sejajar, kaya raya dalam waktu sekejap dan disegani di dunia Internasional.

Saya yakin Haqul yakin, bila para pemimpin dinegeri ini, tidak sibuk mengurusi dan menumpuk pundi-pundi mereka, amanah dan memiliki integritas yang tinggi istilah sederhanya “masih punya malu”, maka Negara ini tidak akan bisa didikte oleh bangsa lain. WAHAI PARA CALON PEMIMPIN BANGSA MENDATANG, JAGALAH HARGA DIRI DAN MARTABAT RAKYAT DAN BANGSAMU DI MATA DUNIA, MAKA KALIAN AKAN SELAMAT DARI CACI-MAKI RAKYATMU SENDIRI, DAN KALIAN BERHAK PULA MERAYAKAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL!!!

Demikian tulisan sederhana ini, mohon maf, inilah cara saya merayakan hari kebangkitan nasional….

Negeriku ..oh negeriku..

Sebenarnya site ini saya peruntukkan untuk menulis hal yang ringan-ringan seputar kehidupan dan kejadian-kejadian disekeliling saya, kalau ada peristiwa lucu, mau ditulis, atau peristiwa yang agak serius pun mau saya curahkan disini, semacam Diary lah gitu.

Tapi sebagai warga negara Indonesia, rasanya tidak mungkin menutup mata dan telinga demi menyaksikan peristiwa-peristiwa yang ditayangkan berulang-ualng oleh media TV nasional kita. Bayangkan kalau rata-rata orang Indonesia menonton TV 12 jam sehari, dan karena revolusi Informasi begitu terbuka, kita seolah-olah dilibatkan dldalam segala permasalahan yang terjadi dinegeri ini.

Segala informasi kita lahap mentah-mentah, baik itu berita tentang percerain artis, artis jadi caleg (calon legislatif), artis main gila dengan suami orang, berita tentang kenaikan harga BBM yang mundur maju, berita tentang koruptor yang menyikat uang rakyat lalu disebar-sebarkan kepada wanita-wanita cantik..mungkin para koruptor ini merasa seperti menjadi Robin Hood yang ingin menolong “janda-janda” (cantik) yang disarankan oleh agama dan negara, atau mereka kebingungan bagaimana cara menyimpan uang curian tersebut..hmmm

Tak kalah hebohnya adalah berita tentang “Eyang Subur” versus Adi Bing Slamet, seru nih beritanya, sampai melibatkan NU dan banyak pihak lainnya, Eyang Subur yang beristri lebih dari empat orang ini, kalau saya lihat tayangannya, wah dia memang seprtinya sakti sekali, saya cermati kalau “murid”nya cium tangan, pasti cium tangannya bulak-balik,,aneh ya, kenapa orang seperti itu banyak pengikutnya, kaya raya lagi, tapi memang peninggalan budaya Nusantara yang masih ada diantarnya ya itu..budaya Klenik, rasanya bukan rahasia lagi kalau para petinggi di negeri ini juga acap kali menggunakan jasa para ahli klenik ini untuk menunjang karier dan usaha mereka, ujug-ujug DPR-RI mau mencoba menjadi cerdas dan mempersiapkan pula rancangan Undang-undang tentang Ilmu klenik ini (santet), mungkin sebagian dari mereka banyak juga pengalamanya dengan urusan klenik ini, jadi ya mudah-mudahan RUU santet ini bisa bermutu dan bermanfaat nantinya.

Berita terakhir yang menguras pikiran, emosi dan energi para Elite dan petinggi Indonesia, adalah berita tentang Benny Wenda yang buron ke Inggris lalu berhasil mendirikan kantor di Oxfort dan menjadi ketua dari Free west Papua. Nah kalau masalah Papua ini tidak bisa ditulis dengan gaya ringan begini, masalah Papua adalah masalah kEDAULATAN BANGSA, masalah Ideologi, masalah yang sangat subtansial, jika penangannya masih seperti saat ini, jika pemerintah pusat tidak punya jurus-jurus jitu untuk menyelesaikan masalah laten ini, tidak tertutup kemungkinan gejolak yang lebih besar bagaikan bom waktu akan meledak  dan bisa menjadikan NKRI ini tercabik-cabik, (saya akan mencoba menulis khusus tentang papua ini di lain hari)

Selain berita penggerebekan teroris yang seperti di film-film yang di exploitasi oleh media TV gerakannya, yang membuat saya merinding menyaksikan bunyi dar..der..dor..itu, berita yang paling memilukan adalah terjadinya perbudakan disalah satu pabrik wajan di Tanggerang Banten. Aksi boss atau pemilik pabrik ini rasanya sudah amat diluar batas, bagaimana mungkin seorang pemilik “home industri” wajan (penggorengan) bisa begitu sadis, seolah-olah dia sedang mengerjakan suatu pekerjaan besar, pekerjaan yang maha hebat, penting dan rahasia, sehingga perlu menyekap buruh-buruhnya, mungkin selain dihadapkan kemeja hijau, si Yuki ini perlu pula menjalani pemeriksaan otak dan mental, mungkin ada yang salah diotaknya, yang lebih hebat lagi dia di backing oleh oknum aparat yang melampiskan nafsu binatangnya untuk menyiksa saudara sebangsa yang sedang berjuang untuk mencari sesuap nasi demi kelangsungan hidup!

Fenomena apa sebenanya yang sedang terjadi di negeri tercinta ini? begitu banyak persoalan yang over lapping, persoalan bawang merah yang melambung harganya, harga daging yang gila-gilaan, tawuran, warga, konflik aparat dan warga, UN (ujian nasional) yang amburadul, rasanya keluhan saya akan sangat panjang kalau diteruskan…

Apa mau dikata, hanya doa saja agar segala permasalahan bangsa yang berakibat langsung kepada rakyat ini akan segera dapat dicarikan jalan keluarnya oleh para Elit yang memegang tampuk pemerintahan, agar juga mereka dapat memberi contoh yang baik sehingga KPK tidk lagi sibuk menangkapi tikus-tikus koruptor yang menyengsarakan rakyat ini. Last but not list.. semoga kita sebagai masyarkat lebih cermat lagi dalam menentukan calon pemimpin bangsa pada Pemilu 2014 mendatang,Sehingga negara ini dapat focus membangun bangsa, dan memacu ketertinggalan serta dapat sejajar dengan bangsa lain di dunia. WassImage

Ustadz Jeffry Al Buhkori

Judul tulisan ini memang sepertinya memanfaaatkan populeritas Almarhum Ustadz muda energik bersuara merdu, yang semakin dicintai dan dirindukan setelah kematiannya. Seperti yang kita saksikan dalam tayangan media, betapa hampir seluruh media TV, berlomba-lomba menayangkan prosesi penguburannya, yang diantar oleh ribuan ummat hingga keliang lahat, juga tak ketinggalan penayangan riwayat hidupnya yang berliku dan dalam usia muda telah dapat mengembalikan fitrahnya sebagai insan yang amanah, yang mampu mentransformsikan segala hawa nafsu dan syahwat duniawinya ke jalan ALLAH, dan mengakhiri perjalanan hidupnya dengan sangat manis, kembali kesisi Yang Maha Agung dalam keadaan siap-sedia, semoga khusnul khotimah…

Dalam perjalanan usia saya yang hampir 52 tahun ini, kiranya sudah banyak pula yang saya lalui, segala pengalaman hidup telah saya jalani, mungkin bila dibandingkan dengan UJE, rasanya dosa yang saya perbuat mencapai record mengalahkan “pengalaman” Uje sewaktu muda, bedanya, Uje segera banting setir dan kembali kejalan yang semestinya, dan saya tersesat dalam kegelapan dan ketakutan, dalam kesendirian, meratapi nasib tanpa tau harus berbuat apa…

Jujur saja, saya jarang menyaksikan ceramah-ceramah yang di sampaikan Ustadz gaul ini, karena saya menganggap bahwa ceramah-ceramah beliau ditujukan ‘hanya” untuk kalangan muda, kalangan artis, agak “fancy” menurut saya waktu itu, yang saya tau bahwa suara beliau dalam melantunkan ayat-ayat Allah sangatlah merdunya, kadang kalau saya sedang mundar-mandir  didalam rumah dan mendengar Uje sedang mendendangkan Ayat-ayat suci Al’quran di televisi, saya perlu berhenti dului dan menatap ke TV mendengarkan beliau sampai selesai berdendang.

Seperti juga orang lain, saya juga pengagum orang-orang cerdas dan pintar, pengagum orang-orang pemberani dan gagah dan lain sebagainya. Rasanya separuh perjalanan hidup saya telah dibentuk dan dipengaruhi oleh orang-orang yang saya sebutkan diatas, orang-orang berpengaruh inilah yang memecut saya, memberi semangat, inspirasi, dan kadang juga menghancurkan saya, menghempaskan saya sampai ketitik nol, ya saya banyak belajar dari mereka-mereka ini, baik yang saya kenal secara langsung ataupun dengan mengenal mereka melaui buku dan media.

Dulu, saya selalu bilang pada diri sendiri, bahwa walaupun hanya seorang perempuan, saya juga harus kuat dan kalau bisa lebih kuat dari aki-laki. Kalau ada masalah ya selesaikan, kalau bisa diselesaikan dengan cara yang baik dan benar, ya syukur, tapi kalau penyelesiannya harus dengan jalan lain, juga akan saya tempuh, urusan dosa belakangan!

“Hidup ini keras dik” begitulah kata seorang teman dahulu kala, dan memang saya merasakan betapa terpuntang-pantingnya saya dalam menjalani hidup dan menghidupi 2 orang anak serta 7 adik dalam usia belia tanpa didampngi oleh seorang suami ataupun ayah yang semua sudah almarhum.

Pengalaman ini telah membatukan hati saya, menjauhkan saya dari agama, walaupun saya datang dari keluarga yang cukup santrilah istilahnya, tapi bener lho, almarhum abang kandung saya, itu suaranya kalau mengji juga membuat saya merinding dan teraneh-aneh…kok bisa ya dia ngaji sehebat itu, tapi memang sih dia juga pernah juara ngaji  kalau tidak salah lomba antar sekolah waktu SMP, sebenarnya saya tidak kalah lah, pernah juara mengaji di RW saya, dapat juara II, dengan pesertanya ya cuma 2 orang juga.. ya begitulah pelajaran waktu kecil dahulu,

Baru-baru ini saja, mungkin 10 tahun belakangan ini saya agak mengalah dengan diri sendiri, mulai berdamai dengan hati, dan melihat masalah dengan sudut pandang yang berbeda, ya baru belakangan ini saja saya dpt mengenang masa-masa lalu saya dengan tersenyum lucu, dan kadang juga meneteskan air mata…namun karena saya berfikir bahwa saya adalah pendosa besar..jadi saya malas untuk sholat, puasa dan menjalankan rukun Islam dan rukun Iman lainnya, mungkin saya sudah banyak lupa pelajaran agama sewaktu saya kecil dulu, tidak taulah…paling-paling kalau saya mendengar ceramah agama hanya melalui TV saja, itupun cuma bulan puasa, dan biasanya kalau menjelang mgrib itu semua televisi nasional pasti menayangkan ceramah-ceramah agama, dengan berbagai istilah, seperti siraman qolbu, kultum dlsb…kebetulan saya beberapa kali menyimak ceramah Ustadz Qurais Sihab (maaf kalau salah ejaannya) disalah satu TV nasional, dan saya suka sekali dengan cara Profesor ini dalam menyampaikan syiar agamanya, kalau dengar dia ceramah, wah senang sekali sampai saya mengangguk-angguk tanda mengerti dan simpati dengan yang diucapkannya, tapi setelah itu berlalu… ya selesi…

Lucunya lagi, kalau mendengar kabar ada seorang teman, kerabat, keluarga yang meninggal dunia, waduh saya pasti ketakutan setengah mati..malamnya pasti tidak bisa tidur,, wah kalau mendadak saya mati dan banyak dosa begini..waah jadi sate dah gua dineraka…tapi berselang waktu kemudian…saya lupa lagi.. kayanya saya lebih banyak melamun..tapi fikiran kosong..apakah ini tanda-tanda pikun..tidak tau juga ya..

Uje…Uje…saya tidak tau akan rahasia ALLAH..!.apakah saya mensyukuri kematiannya hari ini, ataukah saya terlalu dalam berduka? saya menangisi dan meratapi kematian Uje, saya langsung bersimpuh dan bersujud kepada ALLAH untuk bersholat dan mendoakan agar Allah senantiasa menempatkan beliau ditempat yang terhormat disisNYA. Uje.. you are my Inspiration… saya sholat dulu