Ustadz Jeffry Al Buhkori

Judul tulisan ini memang sepertinya memanfaaatkan populeritas Almarhum Ustadz muda energik bersuara merdu, yang semakin dicintai dan dirindukan setelah kematiannya. Seperti yang kita saksikan dalam tayangan media, betapa hampir seluruh media TV, berlomba-lomba menayangkan prosesi penguburannya, yang diantar oleh ribuan ummat hingga keliang lahat, juga tak ketinggalan penayangan riwayat hidupnya yang berliku dan dalam usia muda telah dapat mengembalikan fitrahnya sebagai insan yang amanah, yang mampu mentransformsikan segala hawa nafsu dan syahwat duniawinya ke jalan ALLAH, dan mengakhiri perjalanan hidupnya dengan sangat manis, kembali kesisi Yang Maha Agung dalam keadaan siap-sedia, semoga khusnul khotimah…

Dalam perjalanan usia saya yang hampir 52 tahun ini, kiranya sudah banyak pula yang saya lalui, segala pengalaman hidup telah saya jalani, mungkin bila dibandingkan dengan UJE, rasanya dosa yang saya perbuat mencapai record mengalahkan “pengalaman” Uje sewaktu muda, bedanya, Uje segera banting setir dan kembali kejalan yang semestinya, dan saya tersesat dalam kegelapan dan ketakutan, dalam kesendirian, meratapi nasib tanpa tau harus berbuat apa…

Jujur saja, saya jarang menyaksikan ceramah-ceramah yang di sampaikan Ustadz gaul ini, karena saya menganggap bahwa ceramah-ceramah beliau ditujukan ‘hanya” untuk kalangan muda, kalangan artis, agak “fancy” menurut saya waktu itu, yang saya tau bahwa suara beliau dalam melantunkan ayat-ayat Allah sangatlah merdunya, kadang kalau saya sedang mundar-mandir  didalam rumah dan mendengar Uje sedang mendendangkan Ayat-ayat suci Al’quran di televisi, saya perlu berhenti dului dan menatap ke TV mendengarkan beliau sampai selesai berdendang.

Seperti juga orang lain, saya juga pengagum orang-orang cerdas dan pintar, pengagum orang-orang pemberani dan gagah dan lain sebagainya. Rasanya separuh perjalanan hidup saya telah dibentuk dan dipengaruhi oleh orang-orang yang saya sebutkan diatas, orang-orang berpengaruh inilah yang memecut saya, memberi semangat, inspirasi, dan kadang juga menghancurkan saya, menghempaskan saya sampai ketitik nol, ya saya banyak belajar dari mereka-mereka ini, baik yang saya kenal secara langsung ataupun dengan mengenal mereka melaui buku dan media.

Dulu, saya selalu bilang pada diri sendiri, bahwa walaupun hanya seorang perempuan, saya juga harus kuat dan kalau bisa lebih kuat dari aki-laki. Kalau ada masalah ya selesaikan, kalau bisa diselesaikan dengan cara yang baik dan benar, ya syukur, tapi kalau penyelesiannya harus dengan jalan lain, juga akan saya tempuh, urusan dosa belakangan!

“Hidup ini keras dik” begitulah kata seorang teman dahulu kala, dan memang saya merasakan betapa terpuntang-pantingnya saya dalam menjalani hidup dan menghidupi 2 orang anak serta 7 adik dalam usia belia tanpa didampngi oleh seorang suami ataupun ayah yang semua sudah almarhum.

Pengalaman ini telah membatukan hati saya, menjauhkan saya dari agama, walaupun saya datang dari keluarga yang cukup santrilah istilahnya, tapi bener lho, almarhum abang kandung saya, itu suaranya kalau mengji juga membuat saya merinding dan teraneh-aneh…kok bisa ya dia ngaji sehebat itu, tapi memang sih dia juga pernah juara ngaji  kalau tidak salah lomba antar sekolah waktu SMP, sebenarnya saya tidak kalah lah, pernah juara mengaji di RW saya, dapat juara II, dengan pesertanya ya cuma 2 orang juga.. ya begitulah pelajaran waktu kecil dahulu,

Baru-baru ini saja, mungkin 10 tahun belakangan ini saya agak mengalah dengan diri sendiri, mulai berdamai dengan hati, dan melihat masalah dengan sudut pandang yang berbeda, ya baru belakangan ini saja saya dpt mengenang masa-masa lalu saya dengan tersenyum lucu, dan kadang juga meneteskan air mata…namun karena saya berfikir bahwa saya adalah pendosa besar..jadi saya malas untuk sholat, puasa dan menjalankan rukun Islam dan rukun Iman lainnya, mungkin saya sudah banyak lupa pelajaran agama sewaktu saya kecil dulu, tidak taulah…paling-paling kalau saya mendengar ceramah agama hanya melalui TV saja, itupun cuma bulan puasa, dan biasanya kalau menjelang mgrib itu semua televisi nasional pasti menayangkan ceramah-ceramah agama, dengan berbagai istilah, seperti siraman qolbu, kultum dlsb…kebetulan saya beberapa kali menyimak ceramah Ustadz Qurais Sihab (maaf kalau salah ejaannya) disalah satu TV nasional, dan saya suka sekali dengan cara Profesor ini dalam menyampaikan syiar agamanya, kalau dengar dia ceramah, wah senang sekali sampai saya mengangguk-angguk tanda mengerti dan simpati dengan yang diucapkannya, tapi setelah itu berlalu… ya selesi…

Lucunya lagi, kalau mendengar kabar ada seorang teman, kerabat, keluarga yang meninggal dunia, waduh saya pasti ketakutan setengah mati..malamnya pasti tidak bisa tidur,, wah kalau mendadak saya mati dan banyak dosa begini..waah jadi sate dah gua dineraka…tapi berselang waktu kemudian…saya lupa lagi.. kayanya saya lebih banyak melamun..tapi fikiran kosong..apakah ini tanda-tanda pikun..tidak tau juga ya..

Uje…Uje…saya tidak tau akan rahasia ALLAH..!.apakah saya mensyukuri kematiannya hari ini, ataukah saya terlalu dalam berduka? saya menangisi dan meratapi kematian Uje, saya langsung bersimpuh dan bersujud kepada ALLAH untuk bersholat dan mendoakan agar Allah senantiasa menempatkan beliau ditempat yang terhormat disisNYA. Uje.. you are my Inspiration… saya sholat dulu

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s